BANJARMASIN, TerangKalimantan.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Ring 1 guna mencegah gangguan kabut asap terhadap operasional Bandara Internasional Syamsudin Noor. Kawasan prioritas ini mencakup Kota Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Banjar, dan sebagian Kabupaten Tanah Laut.
Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, menegaskan bahwa perlindungan area bandara vital dilakukan karena fasilitas tersebut merupakan markas besar Satuan Tugas (Satgas) Udara penanggulangan karhutla.
"Kita sangat menjaga supaya bandara jangan sampai terganggu oleh kabut asap. Bandara itu merupakan markas besar satuan tugas udara. Apabila bandara lumpuh, otomatis satgas udara juga lumpuh. Artinya, tidak ada water bombing yang bisa dilaksanakan, termasuk operasi modifikasi cuaca," tegas Ronny di Gedung PWI Kalsel, Banjarmasin, Selasa (27/10/2026).
Saat ini, penanganan karhutla disokong oleh armada udara yang terdiri dari tiga pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Kalsel dan Kalteng, lima helikopter pemadam, serta penerapan teknologi penyebaran dry ice guna mengurai kerapatan asap.
Meski pemantauan terkini menunjukkan penurunan signifikan jumlah titik api pascahujan yang turun sehari sebelumnya, BPBD Kalsel memastikan operasi pemadaman dan siaga bencana di kawasan strategis tetap berjalan penuh tanpa mengendurkan kewaspadaan.
(TK - Jo)
