Trending

Kalsel Berduka. Mantan Gubernur Rudy Arifin Tutup Usia

 

Warga melepas jenajah H. Rudy Arifin saat di halaman Mesjid Al Jihad Jl. Cempaka Banjarmasin. Minggu (6/9/2026).

TERANGKALIMANTAN.COM,Banjarmasin – Mantan Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H. Rudy Ariffin meninggal dunia pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 11.00 Wita saat menjalani perawatan di RS Amanah Banjarmasin. Gubernur Kalsel periode 2005–2015 itu wafat dalam usia 73 tahun.

Kabar duka tersebut dengan cepat menyebar di tengah masyarakat melalui media sosial dan berbagai grup percakapan. Sejumlah tokoh, pejabat, dan masyarakat berdatangan untuk melayat dan memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

“Beliau berpulang ke rahmatullah sekitar pukul 11.00 WITA di Rumah Sakit Amanah Center di Banjarmasin,” ujar salah seorang kerabat dekat almarhum.

Sesuai rencana keluarga, jenazah disalatkan di Masjid Al Jihad Banjarmasin sebelum dibawa ke Martapura untuk kembali disalatkan di Masjid Agung Al-Karomah usai Salat Ashar. Almarhum kemudian dimakamkan di Taman Bahagia Landasan Ulin, Banjarbaru.

Rudy Ariffin merupakan salah satu tokoh yang memiliki perjalanan panjang dalam pemerintahan di Kalimantan Selatan. Sebelum menjadi gubernur, ia mengawali karier sebagai birokrat dan kemudian dipercaya memimpin Kabupaten Banjar selama dua periode.

Pria kelahiran Banjarmasin, 17 Agustus 1953 itu mengenyam pendidikan di SR Negeri Barabai, SMP dan SMA di Banjarmasin, APDN Banjarbaru, serta melanjutkan pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Karier pemerintahan Rudy dimulai sebagai Mantri Pamong Praja Kecamatan Sungai Tabuk pada 1979. Sejumlah jabatan strategis kemudian diembannya, mulai dari bidang pendidikan dan pelatihan, Dinas Pendapatan Kalsel, hingga Kepala Biro Keuangan Setda Provinsi Kalsel.

Salah seorang pelayat, Abdul Haris Makkie, mengenang Rudy Ariffin sebagai sosok pemimpin yang tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga membimbing generasi penerus di lingkungan pemerintahan.

“Beliau lebih banyak mengayomi generasi-generasi di bawah beliau,” ujar Haris.

Menurutnya, Rudy Ariffin dikenal luas sebagai figur yang senang berbagi pengalaman dan pengetahuan, terutama terkait tata kelola pemerintahan dan penyusunan program kerja.

“Banyak pengalaman dan pelajaran yang diberikan, diwariskan oleh beliau. Terutama soal bagaimana membuat sebuah perencanaan dalam melakukan pekerjaan,” katanya.

Haris mengaku sangat kehilangan atas wafatnya Rudy Ariffin. Ia mengatakan, dirinya bersama sejumlah kolega bahkan masih sempat bertemu dan berkumpul dengan almarhum dalam acara syukuran ulang tahun beberapa waktu lalu.

“Karena itu kepergian beliau tentu sangat mengejutkan dan menyedihkan bagi kami,” ujarnya.

Bagi banyak kalangan, Rudy Ariffin tidak hanya dikenang sebagai mantan gubernur dan mantan bupati, tetapi juga sebagai sosok pembimbing yang meninggalkan banyak teladan selama mengabdikan diri untuk pembangunan Kalimantan Selatan.

(TK - Ab)


Lebih baru Lebih lama