Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, usai rdp bersama Komisi I DPRD Kalsel.
TERANGKALIMANTAN.COM,Banjarmasin – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendeteksi sebanyak 81 titik api (hotspot) yang tersebar di sejumlah wilayah hingga Kamis (16/7/2026). Meski sebagian titik api berhasil dipadamkan, petugas di lapangan masih terkendala akses medan yang sulit dijangkau.
Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, menyatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan bantuan helikopter water bombing yang akan dikerahkan dalam beberapa hari ke depan untuk mengatasi lokasi yang sulit dijangkau lewat darat.
"Hingga hari ini terdapat 81 titik api. Sebagian sudah berhasil ditangani, namun ada juga yang masih sulit dipadamkan karena akses menuju lokasi cukup sulit. Dalam beberapa hari ke depan akan kami upayakan menggunakan helikopter water bombing," ujar Ronny usai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I DPRD Kalsel.
Ronny memaparkan, wilayah Pelaihari di Kabupaten Tanah Laut menjadi salah satu area dengan titik api cukup besar, sehingga membutuhkan waktu pemadaman yang lebih lama. Sebaliknya, wilayah Banjarbaru dan sekitarnya juga mencatat banyak titik api, namun skalanya masih kecil dan berada di bawah kendali tim gabungan.
Berbeda dari tahun lalu yang didominasi kebakaran di wilayah utara, tren karhutla tahun ini bergeser ke wilayah selatan, seperti kawasan Bati-Bati dan Tambang Ulang.
Mengantisipasi perluasan kebakaran, BPBD Kalsel telah mendirikan posko siaga di 13 kabupaten/kota. Khusus untuk mengamankan kawasan ring satu Bandara Internasional Syamsudin Noor, sebanyak delapan posko siaga disiagakan dari area bandara hingga wilayah Bati-Bati.
Hingga saat ini, BPBD Kalsel menegaskan status penanganan karhutla di Kalimantan Selatan masih berada pada level Siaga dan belum dinaikkan ke status tanggap darurat.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus mendatang, disertai perubahan arah angin yang berpotensi membawa asap kembali ke wilayah utara dan sekitar bandara.
(TK - Al)
