TERANGKALIMANTAN.COM,Banjarmasin - Menjelang Hari Raya Idulfitri, tradisi ziarah ke kubur kembali menjadi pemandangan yang akrab di tengah masyarakat.
Di penghujung bulan suci Ramadan, banyak keluarga menyempatkan diri datang ke makam orang tua maupun kerabat terdekat sebagai bentuk penghormatan sekaligus melepas rindu.
Ustadz Muhammad Mubarok menjelaskan, meningkatnya aktivitas ziarah di akhir Ramadan tidak lepas dari perasaan rindu yang menguat kepada orang-orang tercinta yang telah berpulang.
Momen ini juga dimanfaatkan untuk mendoakan mereka di bulan yang penuh berkah.
“Semua waktu untuk berziarah itu baik, namun di bulan Ramadan nilainya terasa lebih istimewa karena penuh dengan kebaikan,” ujarnya. Kamis (19/03/2026)
Tradisi ini pun menjadi bagian dari kebiasaan baik yang terus dijaga oleh masyarakat. Tidak sedikit yang memanfaatkan perjalanan mudik sebagai kesempatan untuk singgah ke makam orang tua atau keluarga, mengirimkan doa, serta mengenang kembali kebersamaan yang pernah ada.
Di tengah hiruk pikuk persiapan Lebaran, ziarah menjadi ruang hening yang mengingatkan bahwa rindu tak pernah benar-benar pergi dan hanya menemukan jalannya melalui doa.
(TK - Jo)

