TERANGKALIMANTAN. COM,Banjarmasin - Perkembangan teknologi membuat media sosial tidak lagi hanya digunakan orang dewasa. Kini, banyak anak dan remaja yang telah memiliki akun media sosial sendiri.
Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran bagi para orang tua karena penggunaan media sosial yang tidak terkontrol dapat berdampak pada kesehatan mental serta perkembangan fungsi otak anak.
Ketika anak sudah memiliki akun media sosial, mereka cenderung sulit mengontrol durasi penggunaan gadget.
Paparan layar dalam waktu lama dapat memengaruhi bagian otak yang berperan dalam pengendalian diri dan pengambilan keputusan.
Dampak tersebut dikhawatirkan akan memengaruhi kehidupan anak dan remaja di masa mendatang.
Kebiasaan mengonsumsi konten digital secara terus-menerus juga dapat membuat perhatian anak mudah terpecah. Anak menjadi kurang nyaman saat harus menonton video berdurasi panjang atau membaca tulisan yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan media sosial secara intens berkaitan dengan menurunnya kemampuan fokus dan meningkatnya rasa cemas.
Selain itu, penggunaan layar yang berlebihan juga sering dikaitkan dengan gangguan tidur pada anak dan remaja.
Salah satu kebiasaan yang sering terjadi adalah penggunaan ponsel sebelum tidur. Kebiasaan ini menjadi penyebab utama anak tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Karena itu, peran orang tua sangat penting dalam memberikan pola asuh yang tepat.
Orang tua perlu mengontrol serta menetapkan batas penggunaan gadget sesuai usia anak.
Dengan pengarahan yang disiplin dan bijak, anak diharapkan dapat memahami cara menggunakan teknologi secara lebih sehat dan seimbang.
(TK - Berbagai Sumber)
