TERANGKALIMANTAN.COM, Banjarmasin – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Provinsi Kalimantan Selatan resmi memulai program pembinaan atlet tahun 2026 guna menghadapi berbagai kompetisi nasional dan internasional. Dalam program ini, NPCI Kalsel menargetkan untuk menembus posisi empat besar pada ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) mendatang.
Ketua NPCI Kalsel, Sumansyah, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memanggil 126 atlet untuk mengikuti program pembinaan tahun ini. Dari jumlah tersebut, terdapat komposisi regenerasi yang kuat dengan rincian 90 atlet pemula dan 35 atlet senior yang merupakan peraih medali pada Peparnas Solo serta ajang internasional sebelumnya.
"Selama ini kita berada di peringkat tujuh. Melalui program pembinaan tahun 2026, kami menargetkan bisa kembali merebut posisi empat besar pada Peparnas mendatang," ujar Sumansyah di Banjarmasin, Senin (9/3/2026).
Selain fokus pada level nasional, prestasi atlet Kalsel juga mendapat pengakuan internasional. Sumansyah menyebutkan ada tiga atlet dari cabang olahraga panahan, atletik, dan menembak yang dipanggil untuk mengikuti persiapan ASEAN Para Games di Tokyo, Jepang.
"Mereka dipanggil karena memiliki kualitas yang sangat baik, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di Asia Tenggara," tambahnya.
Demi mencapai target tersebut, Sumansyah memberikan instruksi tegas kepada jajaran pelatih dan asisten pelatih untuk bekerja secara profesional. Ia menekankan bahwa kedisiplinan dan kinerja akan menjadi indikator utama dalam menjalankan program latihan.
"Kami menilai dari kinerja, bukan sekadar nama. Pelatih harus disiplin menjalankan program latihan secara profesional agar pembinaan atlet berjalan maksimal," tegas Sumansyah.
Melalui pembinaan yang terstruktur dan disiplin ketat, NPCI Kalsel optimistis dapat meningkatkan prestasi atlet disabilitas daerah, baik di kancah nasional maupun internasional pada tahun-tahun mendatang.
(TK - Jo/MC Kalsel)
